Rabu, 30 November 2011

PERGESERAN SPEKTRAL GRAVITASI

 tugas fisika modern
Marilah kita mengambil lagi medan gravitasi statik dan meninjau sebuah atom dalam keadaan diam, memancarkan radiasi monokromatik. Panjang gelombang cahaya terkait dengan ∆s tertentu. Karena atom dalam keadaan diam, kita memiliki, untuk sistem koordinat statik,

∆s2 = goo∆xo2

dimana ∆xo adalah periode, yakni, waktu antara puncak-puncak gelombang berurutan merujuk pada sistem koordinat statik kita. jika cahaya menjalar ke tempat lain, ∆x0 akan tetap konstan. ∆x0 ini tak akan menjadi sama sebagaimana periode garis spektral yang sama diemisikan atom lokal, yang akan menjadi ∆s lagi. Periode gayut potensial gravitasi goo di tempat cahaya diemisikan

∆x0 :: g oo-1/2

Garis spektral akan digeser dengan faktor goo-1/2 ini.
Jika kita menggunakan aproksimasi Newtonian (16.6), kita memperoleh


∆x0 :: 1 - V:

V akan menjadi negatip di tempat medan gravitasi kuat, seperti permukaan matahari, sehingga cahaya yang diemisikan bergeser merah ketika dibandingkan dengan cahaya. terkait yang diemisikan di bumi. Efek ini dapat diamati dengan cahaya matahari, tetapi agaknya tertutupi oleh efek _sis lain, semisal efek Doppler yang muncul dari gerak atom beremisi. Efek pergeseran merah menjadi lebih baik diamati dengan cahaya yang diemisikan bintang katai putih (white dwarf star ), dimana kerapatan materi yang tinggi dalam bintang menaikkan potensial gravitasi yang sangat kuat pada permukaannya.

0 komentar:

Posting Komentar